BILLBOARD Spotify Q1 2026 paid subs +12.4% YoY
MIDIA Sync licensing global market $3.2B (+18%)
MUSIC ALLY AI-generated tracks on DSPs +340% YoY
IFPI Indonesia recorded music revenue +22.1%
BERKLEE Independent artist economics 2026
BILLBOARD Spotify Q1 2026 paid subs +12.4% YoY
MIDIA Sync licensing global market $3.2B (+18%)
MUSIC ALLY AI-generated tracks on DSPs +340% YoY
IFPI Indonesia recorded music revenue +22.1%
BERKLEE Independent artist economics 2026
Bisnis Musik · 14 Mei 2026

Pandemi dan Pemulihan Industri Musik: KisahPHBs yang Bangkit

Industri musik live Kolaps 80% saat pandemi. Recovery 2023 jadi tahun terbaik dengan revenue $36B global. Revenge spending dorong boom konser Indonesia 2024.

Industri musik live Kolaps 80% saat pandemi. Recovery 2023 jadi tahun terbaik dengan revenue $36B global. Revenge spending dorong boom konser Indonesia 2024.

Industri musik live adalah salah satu sektor yang paling terdampak parah oleh pandemi COVID-19. According to data compiled by MIDiA Research, global live music revenue anjlok lebih dari 80% pada 2020, dengan ribuan konser dibatalkan dan millions of workers in the live events sector kehilangan penghasilan mereka. Promotor besar seperti Live Nation melihat pendapatannya turun dari $11 miliar menjadi sekitar $2 miliar dalam setahun, menunjukkan skala kehancuran yang dialami ekosistem pertunjukan langsung.

Namun, recovery sektor live music berlangsung lebih cepat dari yang diprediksi banyak orang. Setelah pembatasan dicabut, Billboard Boxscore mencatat bahwa penjualan tiket konser globally rebound dengan kecepatan luar biasa. 2023 tercatat sebagai tahun terbaik untuk live music dengan pendapatan global mencapai $36 miliar, hampir kembali ke level pra-pandemi. Fenomena “revenge spending” atau pengeluaran balas dendam mendorong fans untuk menghadiri konser dengan number yang melampaui ekspektasi.

Di Indonesia, GRATA melaporkan bahwa industri musik live domestik pulih lebih dari 90% pada 2024 dengan serangkaian konser besar dari artis internasional seperti Coldplay, Ed Sheeran, dan BLACKPINK yang menjual-out dalam hitungan menit. Konser-konser lokal juga mengalami boom dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pengalaman live music sebagai bentuk hiburan pasca-pandemi.

Namun, tantangan baru muncul dalam bentuk Ticketmaster dan isu terkait scalping tiket yang menjadi sorotan publik. di sector ticketing dan praktik dynamic pricing yang seringkali agresif mengundang kritik dari konsumen dan regulator. Para promoter dan venue dituntut untuk berinovasi dalam memberikan pengalaman konser yang lebih baik sambil menjawab kekhawatiran tentang aksesibilitas dan keadilan distribusi tiket bagi fans sejati.

Sumber: MIDiA Research, Billboard Boxscore, GRATA, Music Business Worldwide

Baca juga