BILLBOARD Spotify Q1 2026 paid subs +12.4% YoY
MIDIA Sync licensing global market $3.2B (+18%)
MUSIC ALLY AI-generated tracks on DSPs +340% YoY
IFPI Indonesia recorded music revenue +22.1%
BERKLEE Independent artist economics 2026
BILLBOARD Spotify Q1 2026 paid subs +12.4% YoY
MIDIA Sync licensing global market $3.2B (+18%)
MUSIC ALLY AI-generated tracks on DSPs +340% YoY
IFPI Indonesia recorded music revenue +22.1%
BERKLEE Independent artist economics 2026
Berita & Analisis · 13 Mei 2026

IFPI Global Music Report 2025: Pelajaran untuk Musisi Indonesia

Setiap tahun, IFPI Global Music Report menjadi bacaan wajib bagi siapa pun yang serius dengan bisnis musik. Laporan tahunan ini—yang mencakup data dari 70+ negara—memetakan kesehatan industri musik global dan memberikan konteks penting bagi musisi,…

Setiap tahun, IFPI Global Music Report menjadi bacaan wajib bagi siapa pun yang serius dengan bisnis musik. Laporan tahunan ini — yang mencakup data dari 70+ negara — memetakan kesehatan industri musik global dan memberikan konteks penting bagi musisi, label, dan pemangku kepentingan musik Indonesia untuk memahami posisi mereka dalam lanskap global.

Headline Angka 2024: Industri Musik dalam Kondisi Sehat

Laporan IFPI terbaru menunjukkan bahwa pendapatan industri musik global pada 2024 mencapai USD 50,3 miliar — angka tertinggi dalam sejarah musik rekaman. Ini berarti industri musik global telah melampaui puncak pendapatan era CD (1999: USD 39,6 miliar secara disesuaikan inflasi) dan terus menunjukkan trajektori pertumbuhan yang positif.

Pendapatan streaming menyumbang USD 21,2 miliar atau sekitar 42% dari total pendapatan industri. Namun yang menarik, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, format fisik (vinyl, CD) juga menunjukkan pertumbuhan dua digit — mencapai USD 4,7 miliar secara global.

Tren Utama yang Harus Dipahami

1. Streaming Maturity: Dari Fase Pertumbuhan ke Fase Optimasi

Jika awal 2010-an adalah era di mana streaming \”mencuri\” dari pembajakan, kini streaming telah menjadi mainstream. Pertumbuhan tahunan streaming global melambat ke persentase satu digit — bukan karena pasar jenuh, tetapi karena basis pengguna sudah sangat besar. Di Indonesia, Spotify dan Joox bersama-sama telah mendigitalisasi konsumsi musik secara masif.

Implikasi: Strategi pertumbuhan artis tidak cukup lagi dengan \”letakkan di Spotify.\” Diferensiasi, keterlibatan audiens, dan kehadiran multi-format menjadi hal yang krusial.

2. Emerging Markets: Asia Tenggara sebagai Next Frontier

Sementara pasar tradisional (AS, Eropa, Jepang) tetap menjadi penghasil pendapatan terbesar, Laporan IFPI 2024 mencatat bahwa pertumbuhan tercepat berasal dari pasar emergentes di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara. Di Asia Tenggara, Indonesia dan Vietnam memimpin pertumbuhan basis pengguna.

Untuk musisi Indonesia, ini berarti:

  • Pasar domestik sedang dalam fase ekspansi — kesempatan untuk membangun audiens sebelum pasar \”jenuh\”
  • Kolaborasi lintas batas dengan musisi Asia Tenggara lainnya bersifat strategis
  • Playlist regional (fokus Asia Tenggara) semakin bernilai tinggi

3. Artist Revenue Share: Tekanan dari Banyak Sisi

Laporan IFPI 2024 mencatat bahwa pendapatan rata-rata per artis masih sangat timpang — 1% teratas menguasai 90% dari pendapatan streaming. Namun, ada pertumbuhan di segmen mid-tier dan artis emergente yang mulai memonetisasi lebih efektif berkat model langsung-ke-penggemar.

Di Indonesia, ini tercermin dalam fenomena \”artis indie yang viral\” — Hindia, Pamungkas, Bernadya — yang membangun karier besar tanpa label besar tetapi dengan distribusi digital dan keterlibatan media sosial yang kuat.

4. AI Music: Gangguan yang Belum Tuntas

Laporan IFPI 2024/2025 secara eksplisit membahas musik yang dihasilkan AI sebagai \”tantangan kritis.\” IFPI mencatat bahwa platform pembuatan musik AI (seperti Suno, Udio) telah menghasilkan konten dalam volume masif yang membebani sistem distribusi royalti.

Posisi IFPI: Musik yang dihasilkan AI tidak seharusnya menikmati perlindungan hak cipta yang sama dengan musik ciptaan manusia — posisi yang didukung oleh banyak artis dan label secara global. Implementasi praktis dari posisi ini masih dalam tahap diskusi dengan platform dan regulator.

5. Sync Licensing: Arus Pendapatan yang Tumbuh

Pendapatan dari sinkronisasi (musik di film, TV, iklan, game) terus bertumbuh. IFPI mencatat bahwa lisensi sinkronisasi menjadi salah satu area pertumbuhan tercepat untuk penerbit dan artis yang memiliki katalog yang tertata baik.

Untuk musisi Indonesia: Dengan industri film Indonesia yang kembali bangkit (nasional dan Netflix original), potensi sync licensing menjadi semakin nyata.

Indonesia dalam Konteks Global

Indonesia — dengan populasi 270+ juta dan 40+ juta pengguna Spotify — secara alami seharusnya menjadi pasar yang sangat signifikan. Namun, ada kesenjangan antara potensi dan realisasinya:

  • Revenue disesuaikan PDB: Indonesia menghasilkan kurang dari 1% dari total pendapatan industri musik global — jauh di bawah potensi populasinya
  • ARPU sangat rendah: Dominasi model berbasis iklan membatasi pendapatan yang bisa dihasilkan
  • Penegakan hak cipta: Masih banyak tantangan — tapi kemajuan sedang terjadi
  • Kesempatan: Ruang pertumbuhan sangat besar. Jika ARPU Indonesia bisa naik ke level Thailand, total pendapatan industri dari Indonesia bisa berlipat ganda dari angka saat ini

Pelajaran untuk Musisi Indonesia

  1. Think beyond Indonesia: Global Music Report menunjukkan bahwa musisi yang berhasil adalah yang bisa melakukan pertukaran silang antara pasar lokal dan internasional. NIKI, Rich Brian, dan Stephanie Poetri adalah contoh nyata.
  2. Build catalog, not just singles: Data IFPI menunjukkan bahwa royalti mekanis dari katalog lagu menghasilkan pendapatan pasif jangka panjang. Jangan hanya fokus pada single viral.
  3. Monitor streaming data obsessively: Spotify for Artists, Apple Music for Artists, dan YouTube Analytics menyediakan data yang sangat detail. Gunakan ini untuk memahami perilaku audiens.
  4. Diversifikasi pendapatan, jangan bergantung pada streaming saja: Lisensi sinkronisasi, pertunjukan langsung, merchandise, dan langganan penggemar (Patreon, Buy Me a Coffee) adalah pelengkap penting untuk pendapatan streaming.
  5. Persiapkan diri untuk pergeseran lanskap AI: Pahami bagaimana pembuatan musik AI bisa mempengaruhi pasar Anda — dan bagaimana posisi kuat sebagai \”artis manusia\” dengan cerita autentik bisa menjadi pembeda.

IFPI Global Music Report bukan sekadar kumpulan angka — ia adalah peta yang menunjukkan ke mana industri bergerak. Musisi Indonesia yang memahami tren global ini tidak hanya menjadi lebih terinformasi, tetapi juga lebih mampu memposisikan diri di garis depan perubahan — bukan sebagai korban, tetapi sebagai penerima manfaat.


Sumber: IFPI Global Music Report 2024, Music Business Worldwide, MIDiA Research

? Subscribe newsletter Semusik.id untuk analisis laporan industri musik, strategi pengembangan artis, dan berita ekosistem musik Indonesia terbaru — langsung ke inbox Anda.

Baca juga

Tinggalkan komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan.