BILLBOARD Spotify Q1 2026 paid subs +12.4% YoY
MIDIA Sync licensing global market $3.2B (+18%)
MUSIC ALLY AI-generated tracks on DSPs +340% YoY
IFPI Indonesia recorded music revenue +22.1%
BERKLEE Independent artist economics 2026
BILLBOARD Spotify Q1 2026 paid subs +12.4% YoY
MIDIA Sync licensing global market $3.2B (+18%)
MUSIC ALLY AI-generated tracks on DSPs +340% YoY
IFPI Indonesia recorded music revenue +22.1%
BERKLEE Independent artist economics 2026
Bisnis Musik · 14 Mei 2026

Streaming Musik Global: Pendapatan Rp348 Triliun dan Dominas

Pendapatan streaming musik global 2025 capai Rp348 triliun. Spotify domina dengan 700 juta pengguna. Ketimpangan royalti masih jadi isu utama ekosistem musik digital.

Pendapatan streaming musik global 2025 capai Rp348 triliun. Spotify domina dengan 700 juta pengguna. Ketimpangan royalti masih jadi isu utama ekosistem musik digital.

Industri musik global memasuki era baru pada 2025 dengan pendapatan streaming yang menyentuh angka mencengangkan. Menurut data Complete Music Update dan laporan IFPI Global Music Report 2025, pendapatan dari layanan streaming audio mencapai lebih dari Rp348 triliun (setara $21,6 miliar) secara global. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh perluasan basis pelanggan berbayar di pasar-pasar berkembang termasuk Asia Tenggara.

Spotify tetap menjadi pemimpin tak terbantahkan di sektor streaming musik. Dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif bulanan dan sekitar 250 juta pelanggan premium, platform asal Swedia ini menguasai sekitar 31% pangsa pasar streaming global. Data dari Spotify Loud & Clear mengungkapkan bahwa platform ini telah membayar lebih dari $48 miliar kepada para pelaku industri musik sejak peluncurannya, dengan royalti yang terus meningkat setiap kuartal.

Namun, di balik angka-angka impresif tersebut, muncul perdebatan serius mengenai keadilan distribusi royalti. Banyak artis independen dan label kecil mengeluhkan bahwa model pembayaran pro-rata yang digunakan Spotify merugikan karya-karya dengan audiens lebih kecil. MIDiA Research mencatat bahwa 10% artis teratas menerima hampir 90% total royalti streaming, menunjukkan ketimpangan yang masih harus diatasi oleh ekosistem musik digital.

Ke depan, para analis memproyeksikan bahwa pendapatan streaming akan terus tumbuh seiring dengan penetrasi internet yang semakin luas dannya, Apple Music dan Amazon Music terus mengejar ketertinggalan dengan menawarkan konten eksklusif dan paket bundling dengan layanan lainnya. Sementara itu, platform seperti TikTok Music dan YouTube Music semakin agresif dalam mengamankan hak distribusi, menandai era kompetisi baru di pasar streaming musik dunia.

Sumber: Complete Music Update, IFPI Global Music Report 2025, Spotify Loud & Clear, MIDiA Research

Baca juga