Music Publishing 101: Mechanical, Performance, dan Sync Roya
Penjelasan komprehensif tentang tiga jenis royalti utama dalam music publishing: mechanical, performance, dan sync.
Penjelasan komprehensif tentang tiga jenis royalti utama dalam music publishing: mechanical, performance, dan sync.
Penjelasan komprehensif tentang tiga jenis royalti utama dalam music publishing: mechanical, performance, dan sync.
Music publishing adalah bisnis mengelola hak cipta komposisi musik dan memaksimalkan revenue yang dihasilkan dari hak-hak tersebut. Ada tiga sumber royalti utama dalam music publishing yang harus dipahami oleh setiap songwriter: mechanical royalties, performance royalties, dan synchronization royalties. Pemahaman mendalam tentang ketiga jenis royalti ini akan membantu songwriter maximize their income.
Mechanical royalties adalah royalti yang dibayarkan setiap kali sebuah komposisi musik direkam dan distributed-entah itu dalam bentuk CD, download, atau streaming. Di Indonesia, mechanical royalties biasanya dikumpulkan oleh YKCI dari platform digital dan didistribusikan ke publisher dan songwriter. Rate mechanical royalties di banyak negara menggunakan compulsory license system yang ditetapkan oleh government, berbeda dengan negotiated rates dalam sync licensing. Complete Music Update melaporkan bahwa mechanical royalties adalah komponen income yang sering underreported dan undercollected di pasar-pasar emerging.
Performance royalties adalah royalti yang dibayarkan setiap kali sebuah lagu performed publicly-di konser, radio, TV, venue, atau streaming with ads. Di Indonesia, JMD adalah salah satu organization yang mengelola performance royalties. Royalti ini dihitung berdasarkan berbagai factors termasuk durasi penggunaan, ukuran venue, dan jangkauan audience. PROs di berbagai negara saling meng data untuk memastikan royalti cross-border tercollection dengan benar.
Synchronization royalties adalah royalti yang dibayarkan untuk penggunaan lagu dalam media visual. Sync licensing adalah area yang paling kompleks namun juga paling lucrative dalam music publishing. Fee disYNC bervariasi enormous-dari beberapa juta rupiah untuk local usage hingga ratusan ribu dolar untuk global campaign. Music publisher berperan sebagai negotiators dalam sync deals dan percentage dari sync fee plus mechanical dan performance royalties dalam bundled license.
Sumber: Complete Music Update, Music Publishers Association, Music Business Worldwide, YKCI